Senin, 22 Mei 2017

Ruang lingkup filsafat ilmu


1.      Ruang lingkup filsafat ilmu

Ø Pengertian pengetahuan

Pengetahuan adalah suatu pengalaman, pemahaman dan rasa ingin tahu dalam diri manusia yang muncul dalam akal untuk mengetahui suatu objek, contohnya adalah ketika kita ingin mengetahui suatu makanan, maka kita berfikir apakah makanan tersebut terasa enak atau tidak, disitu kita akan mendapatkan pengetahuan tentang makanan tersebut.

·      Pengertian ilmu

Ilmu adalah bagian dari pada pengetahuan yang diawali dengan rasa ingin tahu secara umum yang sering kita pelajari.

·      Pengertian filsafat ilmu

Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (Filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah) ilmu merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu-ilmu alam dengan ilmu sosial, namun karena permasalahan-permasalahan teknis yang bersifat khas, maka filsafat ilmu ini sering dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu sosial. pembagian ini lebih merupakan pembatasan masing-masing bidang yang tela’ah, yakni ilmu-ilmu alam atau ilmu-ilmu sosial dan tidak mencirikan cabang filsafat yang bersifat otonom, ilmu memang berbeda dan pengetahuan-pengetahuan secara filsafat, namun tidak terdapat perbedaan yang prinsif antara ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial dimana mempunyai ciri-ciri keilmuan yang sama.

·      Karakteristik filsafat ilmu

Uraian diatas menunjukan dengan jelas ciri dan karakteristik berfikir secara filosofis. intinya adalah upaya secara sunguh-sungguh dengan menggunakan akal pikiran sehingga alat utamanya untuk menemukan hakikat segala sesuatu yang berhubungan dengan yang lain.

Adapun karakteristik dibagi beberapa sifat :

a.   Integralistik ( menyeluruh ), artinya pemikiran yang luas, pemikiran yang meliputi beberapa sudut pandangan. Pemikirann kefilsafatan meliputi beberapa cabang ilmu, dan pemikiran semacam ini ingin mengetahui hubungan antara cabang ilmu yang satu dengan yang lainnya. Integralitas pemikiran kefilsafatan juga memikirkan hubungan ilmu dengan moral, seni dan pandangan hidup.

b.   Fundamental ( mendasar ), artinya pemikiran mendalam sampai kepada hasil yang fundamental ( keluar dari gejala ). Hasil pemikiran tersebut dapat dijadikan dasar berpijak segenap nilai dan masalah-masalah keilmuan ( science )

c.   Spekulatif, artinya hasil pemikiran yang diperoleh dijadikan dasar bagi pemikiran-pemikiran selanjutnya dan hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai medan garapan ( objek ) yang baru pula. Keadaan ini senantiasa bertambah dan berkembang meskipun demikian bukan berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, karena tidak pernah selesai seperti ilmu-ilmu diluar filsafat.

- Sejarah dan perkembangan filsafat ilmu

 Perkembangan Awal Pemikiran Filsafat Ilmu

Periode Filsafat Yunani merupakan periode yang sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola fikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris. Pola fikir mitosentris adalah pola fikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam seperti gempa bumi dan pelangi. Perubahan pola fikir itu terlihat sederhana tetapi implikasinya tidak sesederhana yang dibayangkan kerena selama ini alam ditakuti dan dijauhi kemudian di dekati bahkan dieksploitasi. Manusia yang dulunya pasif dalam menghadapi fenomena alam menjadi lebih proaktif dan kreatif sehingga alam dijadikan obyek penelitian dan pengkajian. Dari proses inilah kemudian ilmu berkembang dari rahim Filsafat, yang akhirnya kita nikmati dalam bentuk teknologi. Karena itu periode perkembangan Filsafat Yunani merupakan entri poin untuk memasuki peradaban baru umat manusia.

Terjadinya perubahan yang besar dalam lapangan pengetahuan empiris yang berdasarkan sikap receptive attitude mind. Bangsa Yunani tak dapat menerima empirirs tersebut secara pasif-reseptif karena bangsa Yunani memiliki sikap jiwa: “an inguiring attitude, an inguiring mind”. Dengan demikian lahirlah pengetahuan filsafat yang pada zaman itu mempunyai arti yang lebih luas dari pada sekarang, yaitu meliputi semua bidang ilmu sebagai induk ilmu pengetahuan (mater scientarum).

Seperti yang kita ketahui bahwa secara bahasa Filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan/ kebenaran/ pengetahuan. Mencintai pengetahuan adalah awal proses manusia mau menggunakan daya fikirnya, sehingga dia mampu membedakan mana yang riil dan mana yang ilusi. Orang Yunani awalnya sangat percaya pada dongeng dan takhayul, tetapi lama kelamaan, terutama setelah mereka mampu membedakan yang riil dan yang ilusi, mereka mampu keluar dari kungkungan mitologi dan mendapatkan dasar pengetahuan ilmiah. Inilah titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagat raya.

Karena manusia selalu berhadapan dengan alam yang begitu luas dan penuh misteri, timbul rasa ingin mengetahui rahasia alam itu. Lalu timbul pertanyaan dalam pikirannya; dari mana datangnya alam ini, bagaimana kejadiannya, begaimana kemajuannya dan kemana tujuannya? Pertanyaan semacam inilah yang selalu menjadi pertanyaan dikalangan filosof Yunani, sehingga tidak heran kemudian mereka disebut dengan filosof alam karena perhatiannya yang begitu besar kepada alam. Filosof alam ini juga disebut filosof pra Socrates, sedangkan Socrates dan setelahnya disebut dengan filosof pasca Socrates yang tidak haya mengkaji tentang alam, tetapi manusia dan perilakunya.

Dalam buku Filsafat Umum-nya Ahmad Tafsir yang dikutip oleh Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A dalam bukunya Filsafat Ilmu, dikatakan bahwa filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal usul alam adalah Thales (624-546SM). Pertanyaannya adalah “apa sebenarnya asal usul dari alam semessta ini?” pertanyaan ini sangat mendasar, terlepas apapun itu jawabannnya. Namun yang penting adalah pertanyaan itu dijawab dengan pendekatan rasional bukan dengan pendekatan mitos atau kepercayaan. Ia mengatakan asal alam adalah air karena air unsur yang sangat penting dalam kehidupan. Dan air dapat berubah menjadi gas, seperti uap dan benda padat seperti es, dan bumi juga berasal dari air

Tidak ada komentar:

Posting Komentar