Senin, 22 Mei 2017

Pertemuan ke 4 Kebenaran

4. Kebenaran
Kebenaran adalah kesesuaian pernyataan dengan fakta. Cara menentukan kebenaran :
1.      Secara kebetulan
2.      Trial and error
3.      Melalui otoritas
4.      Spekualitis
5.      Lewat cara berfikir kritis
6.      Lewat cara penelitian ilmiah

a)      Menentukan kebenaran secara kebetulan adalah penentuan yang diperoleh tanpa rencana.
b)      Menentukan kebenaran secara trial and error terjadi tanpa ada kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. tidak direncanakan atau menentukan nilai kebenarannya cukup lama.
c)      Menentukan kebenaran melalui otoritas bisa digunakan untuk merangsang penemuan yang baru. Pendapat orang-orang yang memiliki kebiwaan, misalnya orang yang mempunyai kedudukan kekuasaan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran.
d)     penemuan secara spekulatif, Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. Seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif, mungkin sekali iamembuat alternatif pemecahan. Kemudian memilih salah satu alternatif pemecahan, sekali pun tidak yakinbenar mengenai keberhasilannya.

e)      penemuan kebenaran lewat cara berfikir kritis dan rasional, Dalam menghadapi masalah, manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat.Cara berfikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam memecahkan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan cara berpikir sintetis.
f.    penemuan kebenaran melalui penelitian ilmiah, Cara mencari kebenaran yang dipandang ilmiah yang dilakukan penelitian. Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu pada manusia dalam taraf  keilmuan.Penyaluran sampai pada taraf setinggi ini disertai oleh keyakinan bahwa ada sebab bagi setiap akibat, sudah bahwa setiap gejala yang tampak dapat dicari penjelasannya secara ilmiah. pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yaitu pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Artinya, di tuntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar